Pembubaran Ibadah Gereja GMS di Bantul Tuai Perhatian Sultan HB X, Begini Ujar Pemimpin Yogyakarta!
--
HARIANTEIKNO - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, angkat bicara mengenai insiden viral penutupan ibadah di Gereja Misi Berkah (GMS) di Sewon, Bantul. Sultan menekankan bahwa perbedaan adalah hal yang tak terhindarkan.
"Yang namanya manusia itu perbedaan itu ada. Tapi tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan memang rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal-usulnya juga dari yang berbeda," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan.
Read more: Viral! Polisi Dikejar dan Didorong Hingga ke Parit Tuai Kontroversi, Diduga Karena Masalah Pribadi
Read more: POCO C81 Pro Resmi Rilis di Indonesia! Ponsel 1 Jutaan dengan Fitur NFC dan HyperOS
"Jadi sebetulnya perbedaan itu keniscayaan, memang ciptaan-Nya begitu. Bukan dia yang paling bener sendiri, enggak ada," lanjutnya.
Sebelumnya, sebuah unggahan tentang penutupan ibadah di gereja di Sewon, Bantul, beredar luas di media sosial. Pelaksana Tugas Kepala Badan Persatuan dan Kebijakan Nasional (Kesbangpol) Bantul, Yulius Suharta, menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi kemarin, Minggu (24 Mei).
“Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya,,” katanya saat dihubungi wartawan.
Yulius lebih lanjut menyatakan bahwa Kesbangpol telah mencoba mengantisipasi kejadian tersebut. Namun, kejadian itu tetap terjadi.
“Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu,” katanya.