Wednesday 27th of May 2026

Heboh! Polda Jateng Bongkar Markas Scam Internasional di Solo, Berkedok Kripto Ada 11 Pelaku WNA

Heboh! Polda Jateng Bongkar Markas Scam Internasional di Solo, Berkedok Kripto Ada 11 Pelaku WNA

--

HAROIANTEKNO - Direktorat Investigasi Siber Kepolisian Daerah Jawa Tengah membongkar skema penipuan online terorganisir yang dikenal sebagai "pig butchering," yang beroperasi dari kantor yang menyamar sebagai perusahaan sah di Solo Baru.

Penggeledahan dilakukan di tiga toko di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang digunakan sebagai kantor operasional dan lokasi perekrutan oleh perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan.

Read more: Viral! Polisi Dikejar dan Didorong Hingga ke Parit Tuai Kontroversi, Diduga Karena Masalah Pribadi

Read more: Cari HP Baru? Cek Daftar Harga Xiaomi Mei 2026 Terbaru: Seri Redmi, POCO, dan Flagship Mulai dari 1 Jutaan!

Direktur Investigasi Siber Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Himawan Susanto Saragih, menyatakan bahwa perusahaan tersebut digunakan untuk melakukan penipuan yang menargetkan warga asing, khususnya warga Amerika.

"Pada hari ini Direktorat Cyber Jateng melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan dan penyitaan atas perkara yang kami tangani kemarin,”" kata Himawan kepada detikJateng pada Senin (25 Juni).

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 38 tersangka: 27 warga negara Indonesia, 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal.

Semua tersangka saat ini ditahan di Pusat Penahanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini merupakan pengungkapan terbaru setelah pihak berwenang membongkar beberapa jaringan penipuan internasional di Indonesia, termasuk operasi penipuan online yang melibatkan warga asing di Batam, sindikat judi internasional di Jakarta Barat, dan markas penipuan internasional yang menyamar sebagai wisma di Kuta, Bali.

Gunakan Modus Hubungan Asmara 

Read more: Kronologi Ledakan di Pabrik Kimia Cilegon Sebarkan Asap Menyengat, 2 Orang jadi Korban Luka-luka!

Menurut Himawan, kelompok kriminal tersebut menggunakan metode penipuan yang dikenal sebagai "penyembelihan babi," yang terdiri dari membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan, dan platform komunikasi digital lainnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST