Fakta di Balik Video Ceramah Jusuf Kalla di UGM: Isu Penistaan Hingga Laporan Polisi
--
HARIANTEKNO - Nama mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), terseret dalam pusaran kontroversi akibat potongan video ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026. Potongan video tersebut memicu perdebatan panas hingga berujung pada laporan kepolisian oleh sejumlah pihak.
Ceramah asli JK sebenarnya berjudul "Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar". Dalam materi tersebut, JK banyak berbagi pengalaman pribadinya dalam mendamaikan konflik komunal besar di Indonesia, seperti konflik Poso dan Ambon.
Read more: 7 Daftar AC Portabel Hemat Energi Terbaik 2026, Makin Efisien Hadir dengan Banyak Keunggulan!
Read more: Harga dan Spesifikasi Realme C100 Terbaru 2026: HP Baterai 8000 mAh Segera Masuk Indonesia
Namun, potongan video berdurasi singkat yang beredar di media sosial hanya menyoroti bagian tertentu yang dianggap menyinggung penganut agama lain.
Sejumlah organisasi, termasuk Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), melaporkan JK ke polisi. Mereka menilai pernyataan JK dalam potongan video tersebut berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama. Laporan ini juga merembet pada tokoh lain seperti Ade Armando dan Abu Janda yang diduga ikut menyebarkan narasi yang telah direkayasa atau dipotong (misleading).
Jusuf Kalla secara tegas membantah tuduhan penistaan tersebut. Beliau menyatakan bahwa narasi yang dibangun hanya berdasarkan potongan pendek tanpa melihat keseluruhan ceramah yang berdurasi lebih dari 40 menit. JK menyebut dirinya menjadi korban fitnah dan rekayasa narasi.