Pengelola SPBU di Lampung Barat Resmi Jadi Tersangka Penyelewengan BBM Bersubsidi Pertalite, Barang Bukti Telah Diamankan
--
Menindaklanjuti keresahan masyarakat, tim penyidik Satreskrim Polres Lampung Barat melakukan serangkaian penyelidikan intensif dan gelar perkara terhitung sejak tanggal 9 hingga 14 Juli 2026 . Kapolres Lampung Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Rudy Prawira mengonfirmasi bahwa status perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan pengelola SPBU sebagai tersangka utama .
Dari hasil pemeriksaan komprehensif, polisi berhasil mengumpulkan fakta hukum dan mengamankan sejumlah barang bukti penting, antara lain:
Read more: Jejak Terakhir Mozza Axillia Gunarsa, Mahasiswi yang Hilang Sejak Juni 2025: Polisi Buru Petunjuk
- Saksi Kunci: Pemeriksaan secara maraton terhadap 6 orang saksi yang mengetahui langsung jalannya praktik pengecoran tersebut .
- Barang Bukti Jeriken: Penyitaan terhadap 6 unit jeriken yang terbukti sudah terisi penuh oleh BBM subsidi Pertalite .
- Jeriken Kosong: Pengamanan terhadap 9 unit jeriken kosong berkapasitas besar yang diduga kuat dipersiapkan untuk menampung pasokan bensin berikutnya .
Berdasarkan pengakuan dan bukti digital, aktivitas penyelewengan niaga BBM tersebut secara sah terbukti dilakukan atas perintah dan koordinasi langsung dari DY selaku pengawas operasional tertinggi di SPBU tersebut . Sebagai langkah pengamanan lokasi, pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar area dispenser SPBU Sidomulyo .
Secara terpisah, pihak regulator penyalur, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Rusminto Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum yang diambil Polres Lampung Barat . Pertamina menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap oknum pengelola SPBU mitra yang melanggar Standard Operating Procedure (SOP) distribusi nasional .
Pertamina saat ini tengah melakukan audit internal berupa analisis data transaksi digital (log transaksi) serta memeriksa rekaman penuh kamera CCTV internal milik SPBU untuk melihat durasi serta volume total penyimpangan yang telah berjalan .