Wednesday 15th of July 2026

Marak Penipuan Jastip Tiket Konser ARMY! Ini Modus yang Harus Diwaspadai Agar Tidak Tertipu

Marak Penipuan Jastip Tiket Konser ARMY! Ini Modus yang Harus Diwaspadai Agar Tidak Tertipu

--

Hariantekno.com - Membeli tiket konser impian melalui pihak ketiga atau Jasa Titip (Jastip) memang menjadi opsi terakhir yang menggiurkan, namun risiko terjebak penipuan tetap mengintai jika tidak dilakukan dengan metode yang tepat. Memahami regulasi promotor resmi dan menerapkan sistem pembayaran yang aman menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban oknum calo digital.

Layanan jastip pada dasarnya hadir sebagai solusi bagi mereka yang tidak memiliki waktu atau koneksi internet cepat untuk ikut berburu tiket (war ticket). Namun, di tengah tingginya perputaran uang dalam bisnis ini, celah tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Kerugian yang dialami korban pun tidak main-main, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah akibat tergiur iming-iming tiket instan.

Read more: Viral Video Penggerebekan Oknum Dewan di Medsos yang Gegerkan Publik: Badan Kehormatan Turun Tangan

Read more: Alasan Investor di Sektor Primer Menurun Drastis Selama 2 Periode Pemerintahan Jokowi, Bagaimana dengan Era Prabowo?

Read more: Link Nonton Thariq Ridzuwan: His Treasure (2026) Full Episode Sub Indonesia Menjalin Hubungan Dengan Abdi Negara

Secara garis besar, pelaku penipuan jastip tiket menggunakan beberapa modus klasik yang terus berulang. Pertama adalah memanfaatkan nama besar basis penggemar (fanbase) lokal atau akun dengan jumlah pengikut banyak untuk membangun kepercayaan palsu.

Pelaku biasanya menawarkan harga yang masuk akal dengan biaya jasa (fee) yang relatif murah agar korban segera mentransfer uang muka atau bahkan pelunasan di awal. Modus kedua adalah pengalihan tanggung jawab saat hari pembelian tiket tiba.

Ketika pelaku gagal mengamankan tiket resmi, mereka cenderung mengulur waktu pengembalian dana (refund) dengan berbagai alasan personal, seperti sakit atau rekening bank yang mendadak dibekukan. Pada tahap paling parah, pelaku akan memutus kontak dan menghapus akun media sosial mereka setelah menerima dana dari puluhan korban.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST