Skandal Joki UTBK Unesa 2026: Modus Pemalsuan Dokumen Berbasis AI Terbongkar Hingga ke Universitas Unesa
--
Rektorat Unesa telah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebagai tindakan tegas, peserta yang menggunakan jasa joki tersebut langsung didiskualifikasi dan identitasnya akan masuk dalam daftar hitam (blacklist) secara nasional sehingga tidak dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri di masa mendatang. Pengawasan di hari-hari berikutnya pun diperketat menggunakan alat pendeteksi sinyal dan metal detector di setiap ruangan.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi mengungkapkan bahwa praktik ini melibatkan pemalsuan dokumen tingkat tinggi.
"Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli," ujar Martadi.
Read more: TECNO POP X 5G Siap Dirilis, Cek Spesifikasi dan Harga Terbarunya Cocok Untuk Gaming!
Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Unair, I Made Narsa mengatakan, telah mendapat informasi data peserta suspect diduga joki dari SNPMB. Temuannya suspect joki tersebut memilih ujian di Unair.
"Termasuk Unair juga mendapat daftar nama yang dicurigai," kata Made kepada wartawan di Kampus C, Selasa (21/4/2026).
Made menjelaskan, terduga pelaku merupakan "pemain lama". Satu orang diketahui pernah mengikuti UTBK pada tahun 2025, namun mendaftar kembali pada tahun 2026 dengan identitas yang berbeda namun menggunakan foto yang sama. Meski lokasi ujian suspect sudah dipantau ketat di Kampus C Unair, yang bersangkutan justru tidak menampakkan batang hidungnya.