Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Begini Kronologi Lengkapnya
--
HARIANTEKNO.com - Langsung saja simak artikel dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan kasus dugaan pelecehan seksual dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu!
Kampus sudah seharunya menjadi ruang aman untuk belajar. Namun, baru-baru ini sebuah kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan jadi sorotan.
Diketahui bahwa UMY atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah menonaktifkan seorang dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.
Read more: Profil dan Biodata Vicky Prasetyo, Viral Usai Seorang Wanita Mengaku Tengah Mengandung Anaknya
Read more: Profil dan Biodata Nopek Novian, Sedang Berduka Usai Sang Ayahanda Dikabarkan Meninggal Dunia
Dosen UMY Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus dugaan pelecehan ini viral di media sosial beberapa waktu terakhir. Melalui postingan di media sosial Threads yang menunjukkan tangkapan layar percakapan pesan WhatsApp yang diduga berisi komunikasi antara oknum dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) itu dengan beberapa mahasiswinya.
Postingan ini menyoroti sejumlah pesan bernada pelecehan verbal dari oknum dosen kepada beberapa mahasiswi sebagai terduga korban. Sontak postingan ini menyulut berbagai respons, termasuk pengakuan warganet yang mengalami perlakuan serupa dari si oknum dosen.
Menanggapi ini, UMY menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus tersebut serta menyatakan akan memberikan dukungan, perlindungan, dan pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak yang telah menyampaikan informasi. Universitas juga menjamin tersedianya ruang pelaporan yang aman serta perlindungan terhadap kerahasiaan identitas pelapor.
UMY melalui sebuah keterangan tertulis resmi menyatakan telah menerima dan mencermati informasi beredar. Surat berisi 6 poin itu diteken oleh Rektor UMY, Achmad Nurmandi tertanggal 11 Juli 2026.