Wednesday 27th of May 2026

Heboh! Polda Jateng Bongkar Markas Scam Internasional di Solo, Berkedok Kripto Ada 11 Pelaku WNA

Heboh! Polda Jateng Bongkar Markas Scam Internasional di Solo, Berkedok Kripto Ada 11 Pelaku WNA

--

"Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif" kata Himawan.

Dalam operasinya, jaringan tersebut menggunakan foto dan video wanita untuk menarik perhatian korban. Polisi juga menemukan bahwa kelompok tersebut menyiapkan model sungguhan untuk melakukan panggilan video langsung guna memperkuat kepercayaan korban.

Read more: Resmi! IRSX Luncurkan Folago AI untuk Mudahkan UMKM Gunakan Jasa Artis, Begini Lengkapnya

Read more: Rekomendasi Laptop Sekolah Terbaik, Harga Terjangkau Mulai 3 Jutaan, RAM 8GB, dan Anti Lemot!

“Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar,” jelas Himawan.

Setelah para korban mempercayai skema tersebut, mereka diarahkan untuk berinvestasi di platform perdagangan mata uang kripto palsu dan yang telah dimanipulasi.

“Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading kripto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” lanjutnya.

Berdasarkan penyelidikan, polisi mencatat 133 korban antara Juli 2025 dan Mei 2026. Kelompok kriminal tersebut diduga telah meraup keuntungan hingga 41 miliar rupiah Indonesia dari para korban.

Penggeledahan kantor PT Digi Global Konsultan berlangsung sekitar sembilan jam, dimulai pukul 10.00 pagi waktu Indonesia Barat. Polisi mengangkut berbagai barang bukti dalam sebuah truk, termasuk peralatan komputer dan kamera keamanan yang terpasang di lokasi tersebut.

Read more: Rekomendasi HP Gaming Murah Terbaik Mei 2026: Cuma 1 Sampai 2 Jutaan, Spek Gahar Baterai Monster Anti Lag dan Lemot!

"Yang disita kurang lebih 117 item. Baik itu barang bukti elektronik, ada CPU, monitor, kemudian barang-barang yang berkaitan dengan perkara tersebut," kata Himawan.

Kasus ini awalnya terungkap setelah polisi menerima pengaduan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di lingkungan digital. Investigasi mengarah pada identifikasi operasi penipuan internasional yang beroperasi secara profesional dan sistematis dari wilayah Solo Baru.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST