Viral Angkot Sukabumi Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Pertamina Beri Peringatan Keras! Supir Mengaku Cuma Ikut Ikutan Teman
--
HARIANTEKNO - Fenomena penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi atau gas melon 3 kg sebagai bahan bakar pengganti bensin pada angkutan kota (angkot) di Sukabumi tengah menjadi sorotan luas. Inovasi "paksa" ini dilakukan oleh sejumlah pengemudi angkot demi menekan biaya operasional harian yang semakin tinggi.
Salah satu sopir yang mempraktikkan hal ini, Hendra Irawan (53), mengaku beralih ke gas elpiji setelah melihat rekan-rekannya sukses melakukan modifikasi serupa.
Read more: RILIS! Cek Harga HP Motorola Edge 70 Pro yang Dibekali Kamera 50MP Sony Lytia 710 Auto Bikin Ngidam
Read more: Spek dan Harga Lenovo Tab P11 Pro Terbaru 2026 Siap Gantikan Laptopmu Buat Kerja Seharian
Motif utama di balik tren ini adalah faktor ekonomi. Penggunaan gas elpiji 3 kg diklaim mampu memangkas pengeluaran bahan bakar secara signifikan. Menurut pengakuan para sopir, mereka bisa menghemat antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per hari dibandingkan saat masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.
Satu tabung gas melon disebut-sebut mampu menempuh jarak yang cukup jauh untuk beberapa putaran trayek, menjadikannya solusi instan bagi para pekerja transportasi yang terjepit biaya hidup.
Selain menyalahi aturan distribusi, Pertamina menyoroti risiko teknis yang muncul akibat modifikasi mesin secara mandiri. Menurut Susanto, mengganti jenis bahan bakar tanpa standar teknis yang benar dapat berakibat fatal bagi pengemudi maupun penumpang.