Kisruh Tumbler Tuku, PT KAI Klarifikasi Pastikan Tak Pecat Karyawan!
--
Setiap stasiun memiliki layanan barang hilang, di mana barang-barang yang ditemukan akan didaftarkan dan disimpan oleh petugas. Jika barang-barang tersebut tidak diambil dalam jangka waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, barang-barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk disimpan.
Baca juga: Profil Biodata Siti Sintawati Artis Dunia Maya Viral, Ternyata Bikin Ramai di Media Sosial
Karina menjelaskan bahwa pengambilan barang yang tertinggal dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, KAI Commuter mengimbau semua penumpang kereta komuter untuk memastikan barang-barang pribadi mereka aman dan tidak tertinggal.
“Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tutup Karina.
Kecaman atas pemecatan petugas KRL ini bermula dari postingan seorang pengguna KRL bernama Anita, yang mengaku kehilangan gelas Tuku miliknya. Di akun Threads @anitadwdl, ia menceritakan kronologi kehilangan gelas Tuku miliknya dan menuduh petugas tersebut tidak bertanggung jawab.
Dalam penjelasannya, Anita mengaku lupa membawa tasnya di kereta Commuter Line yang menghubungkan Tanah Abang ke Rangkasbitung. Setelah melaporkan kehilangan tersebut kepada petugas keamanan di stasiun Rawa Buntu, tas Anita ditemukan di gerbong khusus wanita.
Baca juga: Pemilik PT IMIP Morowali Siapa? Diduga Beroperasi Secara Ilegal jadi Sorotan Menhan
Baca juga: Spesifikasi Nokia X30 5G Terbaru, Tampilannya Bikin Pangling Hadirkan Kamera 50MP
Petugas mengirimkan foto tas dan isinya, termasuk gelas Tuku yang dimaksud. Untuk alasan prosedur, tas tersebut harus diambil di stasiun Rangkasbitung. Ketika Anita datang untuk mengambil tasnya keesokan harinya bersama suaminya, gelas Tuku tersebut telah hilang.